Lumpur Serang Takkan Seperti Lapindo
24 Juni 2009

FRI-Dialog, Semburan lumpur setinggi sepuluh meter terjadi di Kampung Astana, Desa Walikukung, Kecamatan Carenang, Serang, Banten, sejak Sabtu 20 Juni lalu.

Praktis, hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang tinggal di sekitar semburan lumpur. Mereka takut, kejadian seperti lumpur Lapindo yang melenyapkan rumah-rumah di Porong, Sidoarjo juga akan menimpa mereka.

Apalagi, lumpur bercampur pasir ditambah bau yang menyengat itu telah menggenangi hampir satu hektare sawah di sana.

Namun begitu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono saat dimintai keterangan okezone memastikan, lumpur ini takkan seperti Lumpur Lapindo.

Berikut petikan wawancaranya:

Apakah lumpur Serang ini berpotensi seperti lumpur Lapindo?
Masih jauh potensinya menjadi seperti lumpur Lapindo.

Tapi ketakutan warga akan hal itu?
Jangan dulu disamakan, ini kan baru beberapa hari. Kalau lumpur Lapindo kan sudah bertahun-tahun.

Apakah ada kategori, misalnya berapa hari semburan terjadi untuk menentukan bahaya atau tidak?
Kategori apa saya rasa tidak ada.

Mengenai kandungan gas methan yang diduga penyebab semburan?
Gas methan bisa dari apa saja, bisa dari endapan lumpur, bisa saja tumbuhan yang membusuk lalu bisa bentuk gas methan, tapi berapa besarnya. Jangan-jangan cuma sedikit. Jadi kita lihat saja nanti perkembangannya.

Apa tindakan PVMBG?
Kami belum melakukan apa-apa karena ini sudah ditangani pemerintah daerah setempat. Jadi kami hanya menunggu, jika diminta maka kami akan membantu. (lsi/ Okezone)

Tautan Berita:

    Tidak ada berita terkait!