Banner Utama
Mengenal Gejala Flashover
1 Juni 2009

Oleh : Agung H. Cahyono

Seorang petugas pemadaman harus mengerti tentang gejala flashover, karena hal ini akan menjadi momok yang menakutkan sekaligus mematikan bila tidak memahaminya. Kejadian flashover kemungkinan besar akan terjadi pada kebakaran didalam bangunan. Mengenal flashover sebenarnya mengenal perilaku api pada ruang.

Secara etemologi bahasa flashover dapat diartikan sebagai sebuah proses pengapian yang berjalan secara selaras dan membakar bahan-bahan yang ada disekitarnya sehingga secara keseluruhan bagian dari ruang menjadi sangat panas, kemudian mengahasilkan asap yang bersifat panas pada suatu ruang dan ketika titik panas mendekati 500 derajat celcius akan menyebabkan terjadinya kobaran api yang membesar. Dan pada tingkat yang membahayakan ini aliran panas pada bidang lantai mencapai level 20 kW/m2.

Contoh dari kejadian flashover dapat digambarkan sebagai berikut, sebuah ruangan yang memiliki barang mebel tersulut oleh api. Barang mebel yang terbuat dari kayu tersebut dengan mudah menghasilkan asap panas yang menyebar kebagian atap (langit-langit). Asap panas yang dihasilkan akan semakin membesar karena terhalang oleh tembok. Kondisi panas ini secara cepat menghabiskan barang-barang yang ada didalam ruang tersebut. Ketika temperatur panas mencapai titik tertingginya akan menyebabkan api yang memiliki daya bakar yang tinggi dengan tempo yang sangat cepat.

Gejala Flashover dibagi menjadi 4 tipe, antara lain:

1. a Lean Flashover (Rollover), dimana api berada dibawah plafon dan memenuhi bagian ruang namun rasio udara panas masih dibawah jangkauan terbakar.

2. a Rich Flashover (backdraft), terjadi ketika asap panas membakar bagian atas permukaan  pada jangkauan bakar yang sesuai. Kejadian ini berlangsung saat api menyebar memenuhi ruangan-ruangan, membakar benda-benda yang ada, menghabiskan sumber oxigen dan meninggalkan gas yang sangat panas yang dapat menyebabkan sebuah luapan asap disertai dengan kobaran api. Tanda umum terjadinya backdraft adalah asap yang berwarna kekuningan atau kecoklatan.

 


3. a Delayed Flashover (Smoke Explosion), terjadi ketika asap yang lebih dingin keluar dari ruang asap yang lebih panas namun tetap memiliki kemampuan untuk menimbulkan api. Hasil dari kejadian ini sangat sulit untuk diprediksi, Jika material luar dan api bercampur serta menghasilkan komposisi yang ideal akan menyebabkan sebuah ledakan asap yang membahayakan disertai dengan munculnya api.

 
4. A Hot Rich Flashover (Auto ignition), terjadi saat panas asap melebihi jangkauan bakar sehingga temperatur panas yang dihasilkan menjadi sangat tinggi, kondisi ini menyebabkan sebaran asap panas cepat memenuhi ruang dan secara sesaat akan menghasilkan kobaran api yang sangat besar

Link Terkait:

    Tidak ada berita terkait!
Info Teknologi

Superior CAFSystems™ - Midship Mounted Fire Pumps from Waterous

aterous vehicle-mounted CAFSystems™ provide fire industry professionals with easy-t