El Nino Lebih Merusak dibandingkan La Nina
15 Oktober 2009

Bogor - Pakar klimatologi dari Institut Pertanian Bogor, Profesor Yonny Koesmaryono mengatakan, fenomena alam El Nino lebih membawa dampak terhadap kerusakan areal pertanian daripada La Nina. "Kejadian El Nino yang berdampak pada kekeringan mempunyai akibat lebih besar terhadap kerusakan lahan pertanian dibandingkan dengan kejadian banjir (yang ditimbulkan oleh La Nina)," ujar Yonny di Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/10).

Yonny memaparkan, bencana yang ditimbulkan El Nino harus diwaspadai, karena dalam 20 tahun terakhir kecenderungan luas kerusakan areal sawah akibat kekeringan terus meningkat. Begitu juga kerusakan akibat banjir kecenderungannya terus meningkat. Namun bila dibandingkan kerusakan lahan akibat kekeringan jauh lebih tinggi daripada banjir.

"Iklim makro baik El Nino maupun La Nina sangat mempengaruhi tingkat kerusakan lahan pertanian di Indonesia dalam 20 tahun terakhir," imbuh dia.

Yonny mengutarakan, kerusakan lahan pertanian akibat bencana El Nino maupun La Nina dalam 20 tahun terakhir mengalami fluktuasi dengan dampak lebih besar ditimbulkan oleh El Nino. Menurut catatan Yonny, antara tahun 1991 hingga 2008 kerusakan lahan yang disebabkan El Nino berkisar antara 600 ribu hektare hingga 1,1 juta hektare. Sedangkan kerusakan lahan yang dipengaruhi faktor La Nina berkisar antara 100 ribu hingga 400 ribu hektare. (metrotvnews)

Tautan Berita:

    Tidak ada berita terkait!